3 Hal yang mempengaruhi Bursa Indonesia dalam minggu kedua dibulan Mei ini :

Harga minyak mentah. Harga minyak mentah yang cenderung naik dapat menjaga sentimen positif bagi saham berbasis komoditas, begitu pula sebaliknya.

Nilai tukar rupiah. Apresiasi nilai tukar rupiah berpotensi kontinu jika sinyalemen mengalirnya hot money (dana asing) ke pasar modal benar adanya

Politik.
Sementara tekanan di bidang politik diprediksikan makin memanas menyusul agenda
pendaftaran Capres-cawapres pada pekan ini. Konstelasi politik akan terlihat dan diperkirakan investor menjadi sensitif terhadap hal itu

Dari 3 partai perolehan suara legislastif terbesar yaitu Partai Demokrat, Golkar dan PDI-P, seluruhnya masih mempertahankan pencalonan wapres dari masing-masing partai. Koalisi besar belum terbentuk, kecuali Demokrat- PKS dan Golkar-Hanura dan baru JK-Wiranto yang mengumumkan sebagai pasangan capres-cawapres. Pasca pendaftaran capres-cawapres, Indonesia akan kembali menikmati riuhnya kampanye.

Faktor-faktor lain yang akan dicermati investor masih berkisar pada result 1Q09, rencana pembagian dividen. Sementara penurunan BI Rate dan suku bunga tampaknya tidak segera diikuti oleh penurunan bunga bank. Diduga perbankan baru akan menurunkan suku bunganya mulai bulan Juni pasca pemilihan preisden. Penurunan bunga bank berdampak positif
bagi sektor properti dan otomotif. Selain saham pertambangan (terutama sektor energi), perkebunan, layak dicermati saham sektor infrastruktur karena berpotensi tumbuh sehubungan dengan paket stimulus pemerintah di sektor ini. Bahkan DPR menyatakan agar stimulus tahap II memprioritaskan infrastruktur. Di sisi lain, ada kekhawatiran bahwa sektor ini pula yang berpotensi memunculkan kredit macet di masa mendatang.

Namun saat ini saham perbankan diduga akan mengikuti sentimen positif di bursa Wall Street. Hasil stress test 19 bank di AS yang menunjukkan hanya 10 bank yang memerlukan tambahan modal USD 74,6 miliar telah menekan kekhawatiran investor. Jika penguatan saham BBNI berlanjut dan mencapai 2000, maka rencana pemerintah untuk melakukan secondary offering dapat terealisasi. Sementara saham dari grup Bakrie diperkirakan masih akan menjadi ajang spekulasi investor. Apabila Golkar bersikukuh mengajukan JK sebagai capres dan berhasil memenangkan pemilihan presiden, maka bukan tidak mungkin saham-saham dari grup Bakrie
melanjutkan apresiasinya. Hal itu lebih karena dikaitkannya keberadaan Aburizal Bakrie di dalam partai Golkar. Belum lagi jika muncul spekulasi dilakukan bursa pemilihan Ketua Umum Golkar untuk menggantikan JK. Kemungkinan-kemungkinan itu masih terbuka dan menjadi sangat spekulatif.

Rally indeks berpotensi kontinu (resistance 1908), tetapi rawan profit taking, dimana ihsg sendiri telah overbought. Pernyataan pemerintah bahwa baru akan melepas saham-saham BUMN ke publik (IPO) jika indeks mencapai level 2000, bisa jadi memicu kenaikan indeks. Ditambah sejumlah broker asing meng-upgrade Indonesia menjadi Overweight.
Sementara Asian Develpment Bank (ADB) dalam konferensi di Bali mengharapkan pertumbuhan ekonomi Asia Pacific pada 2010 tumbuh 6%. Hal itu menandakan adanya optimisme. Potensi technical correction pada saham-saham unggulan diperkirakan akan digantikan oleh saham lapis kedua dan ketiga, sehingga indeks kemudian berkonsolidasi.

2 comments

  1. golden // May 13, 2009 at 9:13 PM  

    Nampaknya untuk bulan Mei ini bisa terjadi koreksi untuk bursa, dari sisi technical chart minyak mulai menandakan ada reversal, sedangkan untuk Dow jones jika minggu ini bisa close di bawah low minggu kemarin, memungkinkan untuk retracement yang lebih dalam.

    Dari kecenderungan bursa Indonesia yang mengikuti trend dari Dow jones ini, koreksi sudah sangat besar kemungkinannya.

    Apakah pepatah tradisi, sell in May
    and go away akan tetap berlaku?
    Kami tidak mengetahuinya, tapi mayoritas chart sudah mulai mengkonfirmasi terjadinya reversal minggu ini.

    www.thegoldenstock.com

  2. Adsenser // May 14, 2009 at 2:55 AM  

    selamat mampir om goldenstock. Semoga hari ini selamat dari koreksi.
    :)