Belakangan ini saya mulai merubah cara menganalisa untuk keperluan trading. Analisanya sederhana saja yaitu hanya bermodalkan chart amibroker dengan AFL Volume Break. Setiap malam saya mencoba mencari saham-saham yang memiliki perbandingan volume transaksinya lebih besar dari 2 kali rata-rata volume transaksi 3 hari terakhir.
Minggu lalu berawal dari informasi seorang rekan tentang BKSL saya sempat menjadi tukang copet beli di 108 jual di 115.. buru-buru keluar karena trading pakai credit limit ada kekhawatiran nyangkut. Ternyata BKSL ditutup di harga 130an. Nyesel....? Ga juga.. karena bisa cuan dari utangan hehehe.
Dari sana saya belajar bagaimana volume mendrive sebuah harga, walaupun sebenarnya teori ini sudah usang. Tapi kadang orang menganggap teori baru lebih tokcer apalagi software baru yang menawarkan kemudahan cuan dalam transaksi saham. Ah.. saya lebih suka dengan yang usang-usang tapi bisa cuan. Kalau kata guru yang beraliran fundamental.. selama LU cuan.. LU benar tidak peduli dengan metode apapun.
Jadi.. kunci saya di volume transaksi kemudian dilengkapi dengan stochastic, bolinger band dan zig zag indicator. Tapi yang terpenting bagi saya memutuskan untuk beli adalah volume dan stochastic. Kalau sahamnya memiliki volatilitas yang tinggi lebih sedap lagi.. *ini hanya cocok untuk yang home trader kalau untuk saya tidak cocok - ngerti kan maksudnya hehehe* meskipun kadang-kadang nekad untuk sekedar mencari CUAN 50.000 / hari.
Nah.. analisa Volume kali ini jatuh pada MNCN yang volatilitasnya cukup tinggi. Siapa berani trading besok pagi ambil posisi beli..? Ini chartnya ala saya yang HB (Hajar Bleh).
Kalau cuan jangan lupa beliin kado cincin buat pacar atau istrinya ya...hehehehe. Kalau buntung tanggung sendiri. :)
Read More...
Bagi para trader, pergerakan saham yang ajrut-ajrutan - fluktuatif - volatilitasnya tinggi sangat disukai karena memberikan ruang untuk melakukan trading untuk mendapatkan gain dari fasilitas margin yang ada. Namun, harus hati-hati sekali dalam melakukan transaksi pada saham yang memiliki volatilitas yang tinggi seperti ini, terlebih untuk saham dengan jumlah pergerakan rata-rata volumenya sangat rendah. Karena sangat mudah bagi pemain besar / market mover untuk memancing pemain kecil untuk masuk dan memainkannya.
Volatilitas yang dibentuk oleh market mover bisa diindetifikasi dari rata-rata pergerakan volumeny selama 1-2 minggu kebelakang. Jika tiba-tiba harga sebuah saham melambung tinggi dengan volume dukung yang tinggi juga, perhatikan rata-rata volumenya apakah cukup realistis atau tidak. Jika tidak, maka harus hati-hati masuk dalam saham ini. Karena mungkin saja kita bisa masuk tapi tidak bisa keluar karena harga yang naik secara signifikan secara tiba-tiba dibanting ke harga terendah pada hari tersebut (lebih rendah dari harga beli) dalam hitungan tidak lebih dari 2 menit saja.
Kejam.. Sadis... !!!! Ya.. seperti itulah dunia per-trading-an. Pengalaman ini pernah saya alami sewaktu saya mencoba masuk dalam salah satu saham "gorengan". Saya sudah perkirakan bahwa di sesi II akan terjadi pergerakan rally. Ketika sinyal itu muncul.. saya coba mengejarnya dari 87... pasang harga di 90... namun saya terlambat .. karena harga sudah di 92.. dan saya hadang lagi di 95.. ternyata terlalu dekat.. dan terlambat juga karena harga sudah 100. Logika akhirnya hilang.. dan saya kejar hingga harga terbentuk di 115 dan saya beli di 120. DONE..!!!
Namun apa yang terjadi... kurang dari 5 menit.. harga itu langsung jatuh tanpa ampun ke 80. Dan saya hanya bisa tersenyum setelah sadar saya melakukan kesalahan.. tidak punya trading plan dan cenderung emosional.
Berikut adalah grafiknya. Perhatikan lingkaran merah dan garis datar merah yang mencerminkan rata-rata pergerakan volume transaksi.
Read More...