Setelah sekian lama vacuum karena terperosok dalam kubangan yang digali oleh Herman Ramli di Sarijaya Sekuritasnya, akhirnya dengan bantuan Wan Al dari WATR Securities yang bermitra dengan Sarijaya Sekuritas saham-saham saya bisa dipindahkan ke Universal Broker Indonesia yang memberikan fasilitas trading online menggunakan Eazy Deal nya.
Trading online yang sebelumnya saya gunakan di Sarijaya berbeda jauh dari yang saya gunakan di Universal Broker Indonesia. Menggunakan Eazy Deal lebih user friendly. Salah satu yang saya sukai adalah dari running trade bisa transaksi langsung dengan hanya mengklik saham yang ingin dibeli kemudia langsung keluar window baru untuk transaksi dan masih banyak feature-feature lainnya yang memudahkan kita bertransaksi. Sepertinya sama dengan yang ada di IPOT.
Kalau untuk analisa saham normal maupun saham hantu, saya menggunakan amibroker dengan AFL yang banyak tersedia di milisnya amibroker. Beberapa AFL yang saya gunakan cukup powerfull dan bisa menjadi indikator dalam melakukan analisa membuat trading plan. Saya tidak suka yang canggih-canggih yang terkesan rumit. Dengan AFL sederhana yang bisa memberikan indikator yang saya sukai sudah cukup.. tinggal kita mampu tidak melakukan eksekusinya. :)
Berikut salah dua AFL 4P dan AFL Stochastic Cloud yang mungkin bisa menjadi referensi teman-teman trader. Dan silahkan download untuk broker.exe versi 5.0 untuk mengatifkan full penggunaan amibrokernya.
Semoga bermanfaat dan selalu Disclaimer ON.
Read More...
Amibroker, AFL dan Eazy Deal
8:09 AM | AFL, Amibroker, Kasus Sarijaya, LSIP, Online Trading with 1 comments »Jadwal pengambilan hasil verifikasi yang dilakukan oleh KSEI terhadap data efek nasabah Sarijaya memasuki gelombang ke tiga dan sudah 210 orang yang namanya terdaftar di Sarijaya Kantor Pusat Jakarta. Informasi ini saya terima dari email WATR yang sangat peduli dengan nasabahnya. Apakah nama anda ada didalam daftar tersebut..? Silahkan periksa dan segera hubungi pihak Sarijaya untuk klarifikasi, disarankan untuk menghubunginya melalui telepon terlebih dahulu. Agar tidak buang-buang waktu datang ke Sarijaya di Sudirman tapi ternyata data belum ada.
Informasi dari seorang rekan, bahwa jika kita ingin memindahkan efek dari sarijaya ke salah satu sekuritas, maka bagi yang sebelumnya sudah membuatnya akan diminta untuk membuatnya lagi dan kali ini ditujukan kepada KSEI langsung namun dokumennya tetap bisa dikirimkan melalui Sarijaya.
Untuk detailnya bisa download daftarnya disini
Read More...
TINDAK LANJUT PENANGANAN ATAS SUSPENSI
PT SARIJAYA PERMANA SEKURITAS
Jakarta, 23 Januari 2009
Menindaklanjuti Siaran Pers perihal yang sama sebelumnya tertanggal 6 Januari
2009, bersama ini disampaikan hal-hal sebagai berikut:
A. PENGAJUAN KLAIM NASABAH
1. Per tanggal 22 Januari 2009, jumlah nasabah yang telah mengajukan klaimnya
kepada PT Sarijaya Permana Sekuritas (SPS) berjumlah 7147 nasabah atau 88%
dari total nasabah.
2. Terhadap klaim yang telah disampaikan kepada SPS tersebut telah dilakukan proses
sebagai berikut :
a. Verifikasi oleh SPS;
b. Penerusan hasil verifikasi dari SPS ke Tim Gabungan Bapepam-LK dan
SROs (Tim Gabungan) untuk dicek kesesuaiannya dengan data yang
terdapat dalam sistem C-BEST di KSEI.
3. Selanjutnya, Tim Gabungan akan menyampaikan hasil pengecekan data tersebut
kepada SPS.
4. Dengan harapan bahwa semua proses berlangsung dengan lancar, diperkirakan
pada awal bulan Februari 2009 ini, terhadap beberapa klaim nasabah yang telah
berhasil diverifikasi secara final oleh SPS dan cek ulang oleh Tim Gabungan, mulai
dapat dilakukan terhadapnya tindakan sesuai dengan permintaan nasabah dari Efek
tersebut oleh SPS.
5. Terhadap klaim yang diajukan setelah tanggal 22 Januari 2009, akan diproses
sesuai dengan tahapan-tahapan sebagaimana yang telah dilakukan atas klaim yang
masuk sebelumnya.
6. Untuk mempercepat penyelesaian proses verifikasi oleh SPS, maka kepada
nasabah yang belum menyampaikan klaimnya, diminta untuk segera menyampaikan
klaimnya kepada SPS.
B. DUE DILLIGENCE / AUDIT INVESTIGASI ATAS ASSETS DAN LIABILITIES SPS
1. Tim Gabungan hingga saat ini masih memfokuskan kegiatannya pada upaya
mempercepat proses pengecekan ulang terhadap hasil verifikasi SPS atas klaim
nasabah khususnya klaim nasabah atas Efek, oleh karena itu Tim Gabungan belum
dapat melaksanakan due dilligence.
2. Dalam hal terdapat calon pembeli SPS, maka calon pembeli tersebut dapat
melaksanakan due dilligence untuk kepentingannya.
3. Calon pembeli sebagaimana dimaksud pada butir B.2 diatas, dalam membuat
kesepakatan dengan SPS, diminta untuk tetap memperhatikan sekaligus
mempertimbangkan kepentingan nasabah SPS.
Demikian Siaran Pers ini disampaikan untuk dapat dimaklumi oleh semua pihak
yang berkepentingan.
Jakarta, 23 Januari 2009
a.n. Ketua
Kepala Biro Transaksi dan Lembaga Efek,
t.t.d
Nurhaida
NIP 060077705
Dear All,
Dibalik kasus dugaan penggarongan penggelapan oleh Herman Ramli atas dana nasabah di Sarijaya Permana Sekuritas, ada sosok trader yang cukup kontroversi dikalangan detiker (detik forum) yang tiba-tiba muncul di Kantor Sarijaya menjadi salah satu orang yang akan menjadi juru runding (ah.. apa tuh istilah yang benernya), maksudnya... jadi perantara antara Sarijaya dengan Investor yang dia bawa dari Hongkong dan Australia. Demikian berita di detik dan vivanews.
Siapa kah sosok itu...?
Vierjamal Ahmad dikenal di kalangan trader yang pernah mengikuti workshopnya sebagai Vierjamal, menurutnya dia adalah salah satu lulusan terbaik yang mendapatkan beasiswa kuliah di Jepang dengan jurusan Marine .... (saya lupa..soalnya panjang banget) dan bekerja di hongkong selama beberapa waktu. Dia seorang independen trader yang mendirikan IDIC (Indonesia Direct Investor Club) yang belakangan ditinggal membernya yang biasa kumpul di Channel Room Server Irc.Dal.Net. Chat room itu sebelumnya bernama IDIC, namun setelah ada diskusi yang kontroverso di detil forum, salah satu pendiri chat room IDIC melakukan bedol desa pindah ke chat room baru dengan nama Bullbeary.
Hal yang menjadi kontroversi dari sosok Vierjamal Ahmad ini karena pernah diprotes oleh seorang trader profesional dari singapura terkait dengan publikasi Candlestick Pattern yang diklaim dibuat oleh trader tersebut, sehingga Vierjamal dianggap sebagai seorang Plagiator. Namun, Vierjamal menolak disebut plagiator. Apa yang dilakukannya adalah sebagai salah satu cara untuk membagikan "nasi bungkus dengan menu 4P 2P 4S - simple trading konsep"yang isinya tidak berbeda dengan isi "nasi kotak" yang dijual oleh trader lain. Jadi menurut Vierjamal itu hanya masalah bungkusan saja... dan materi seperti Candlestick Pattern yang ada itu juga sebenarnya mereka ambil dari Candlestick yang pertamakali dikenal dari seorang pedagang beras di Jepang yang sejalan dengan waktu mengalami perubahan-perubahan. Sampai-sampai vierjamal menyebutnya sebagai Aligator kepada mereka yang menjual isi nasi kotak tadi dengan harga yang terlalu mahal sementara materinya sudah ada disajikan secara gratis di internet. Perang opini antara Plagiator dan Alligator.. :)
Kita tunggu saja bagaimana sepak terjangnya Vierjamal Ahmad ini yang masih menjadi bayang-bayang dan apa yang akan dilakukan oleh sosok kontroversi ini dalam kasus Sarijaya Permana Sekuritas. Semoga saja menjadi kenyataan... :)
Read More...
Upaya WATR membantu Nasabahnya di Sarijaya Permana Sekuritas
9:17 AM | Kasus Sarijaya with 0 comments »Berikut ini penjelasan dari Wan Al untuk nasabah WATR di Sarijaya Permana Sekuritas sehubungan dengan apa yang harus dilakukan oleh nasabah terkait dengan rencana Wan Al yang sudah menandatangani kerjasama dengan salah satu anggota bursa, PT. Universal Broker Indonesia (TF)
Rencananya siang sekitar pukul 15.00 WIB besok, saya akan menghubungi Wan Al untuk mendapatkan informasi terupdate dan semoga bisa dishare di blog ini.
====================================================================
Dear Nasabah WATR di Sarijaya,
Hunting 021 - 23586810
Direct 021 - 23773601, 021 - 23773602, 021 - 23773603
Fax : 021 - 23586811

Teng.... Closing Bell perdagangan hari senin, 5 Januari 2009 cukup membuat saya merasa optimis dengan perdagangan pada minggu pertama di awal tahun 2009. Kenaikan index yang cukup tinggi sebesar 6%an membuat saya memutuskan untuk menahan beberapa saham yang menjadi koleksi. Memang meskipun kenaikan yang cukup tinggi, nilai transaksi hanya bisa dibilang normal-normal saja yaitu sekitar 2,8 T.
Tanpa ada "sinyal" apapun baik dari sekuritas maupun rekan-rekan yang biasa suka kasih informasi hasil "curi dengar"nya, trading pada hari Selasa, 06.01.09 dimulai dengan semangat 45 untuk merealisasikan gain yang sempat tertunda pada hari sebelumnya.
Tidak lama setelah pasar buka, seorang rekan menghubungi saya bahwa ia menerima sms dari Wan Al bahwa Wan Al sedang dalam perjalanan menuju Bapepam untuk mendapatkan klarifikasi atas keputusannya membekukan transaksi dan seluruh aset yang ada di Sarijaya Permana Sekuritas . Awalnya, saya tidak terlalu menanggapi informasi tersebut, karena memang saya tidak mendapatkan SMS tersebut. Tapi perasaan curiga mulai muncul, ketika saya mencoba melakukan transaksi secara online untuk menjual saham PGAS dan BLTA yang sudah memberikan gain cukup tinggi setelah selama hampir 1 minggu dalam genggaman.
Klik..., percobaan transaksi jual pertama sudah dilakukan namun muncul dilayar status order "temporary". Klik... lagi, percobaan transaksi jual kedua hingga klik ke empat ternyata masih gagal. Mulai curiga dengan apa yang terjadi, saya angkat telpon dan mencoba menghubungi satu persatu no telpon pialang yang biasa melayani nasabahnya untuk melakukan transaksi. Ternyata 4 dari 5 nomor yang ada sibuk semua... satu nomor terakhir berhasil dihubungi namun tidak ada yang mengangkat diujung telpon. Mulailah...... pikiran saya mencoba menghubungi informasi yang diterima tadi pagi dari seorang rekan dengan kejadian ini semua. Penasaran untuk menghubungi pialang tidak bisa, saya coba menghubungi customer servicenya dari no telpon kantornya hingga no handphonenya, tapi tetap saja tidak diangkat.
Akhirnya, saya putuskan untuk menghubungi handphonenya Wan Al, namun tetap tidak diangkat juga. Dalam keadaan bingung dan putus asa karena tidak bisa merealisasikan gain yang sudah ada didepan mata, khususnya menjual BLTA di 650 pada hari ini, Wan Al call me back... dan menginformasikan bahwa posisinya saat ini sedang berada di Bapepam untuk menemui Ketua Bapepam. Saya langsung bertanya... "Wan Al.. apakah dananya masih bisa diselamatakan...? " dan Wan Al menjawab "Kita akan berusaha untuk mendapatkan dana tersebut kembali, namun untuk antisipasi harap siapkan dan simpan baik-baik bukti transaksi jual beli saham yang dilakukan dalam beberapa hari terakhir."
Jujur saja.., saya pribadi kagetnya bukan kepalang.. karena seorang Wan Al saja tidak bisa menyelamatkan uangnya sebelum keputusan Bapepam melakukan pembekuan aset Sarijaya Permana Sekuritas padahal boleh dibilang Wan Al sangat dekat dengan petinggi-petinggi di Sarijaya Permana Sekuritas. Yang mencengangkan ternyata Komisaris Utama Sarijaya Permana Sekuritas yaitu Herman Ramli (kayanya masih ada hubungannya dengan pemilik Bank Bali..) telah ditangkap oleh Bareskrim Polda Metro Jaya pada tanggal 24 Desember 2008.
Ya.. ampun... kemana aja dong selama ini orang-orang dari Sarijaya Permana Sekuritas...? sudah lebih dari 2 minggu sejak ditangkap but... no body knows.... Sangat disayangkan sekali nama besar Sarijaya Permana Sekuritas langsung hancur dalam seketika, kepercayaan investor langsung melorot tajam dengan mendatangai kantor Sarijaya Permana Sekuritas di kuningan untuk mengambil dana mereka masing-masing. Namun, bagaimana mungkin... lha wong Bapepam sudah membekukannya. Wan Al bilang... bukan lagi di suspend tapi ini sudah dibekukan.. jadi tidak beroperasi lagi hingga waktu yang tidak ditentukan.
Apa sih kasusnya...? dari beberapa pemberitaan menyatakan bahwa Sarijaya Permana Sekuritas melaporkan nilai MKDB (Modal Kerja Bersih Disesuaikan) yang salah dan ada kasus penggelapan dana nasabah oleh Herman Ramli - Komisaris Utama Sarijaya Permana Sekuritas.
Kemudian bagimana nasib dana nasabah Sarijaya Permana Sekuritas..? Belum jelas semuanya, masih menunggu hasil penyelidikan oleh Bapepam dan Bareskrim Polda Metro Jaya.
Berikut petikan surat dari Wan Al mengenai keanehan yang terjadi dalam proses penarikan dana nasabah sejak tanggal 30 Desember 2008.. (mungkin orang-orang sudah mencium keganjilan di Sarijaya Permana Sekuritas dan ingin menarik dananya, bisa jadi termasuk Wan Al juga) menemui kesulitan.
Contact person anda di PT. WATR Securities adalah sbb:
Rasuna Office Park BO-01
Rasuna Epicentrum
Phone 021-83792385
Fax 021-83786354
HP 081-70060097
Selanjutnya kita hanya bisa berharap Bapepam bisa menyelesaikan kasus ini dengan tanpa merugikan nasabah Sarijaya Permana Sekuritas. Kalaupun Sarijaya Permana Sekuritas terpaksa ditutup maka sebaiknya kursi anggota bursa bisa dilelang kepada sekuritas yang mau mengambilnya dengan tetap mengadministrasikan portofolio nasabah yang ada. Dan semoga Herman Ramli dihukum seberat-beratnya atas tindakan yang telah menjerumuskan banyak orang dan juga perusahaan Sarijaya Permana Sekuritas yang merupakan perusahaan bonafid diantara perusahaan sekuritas lokal yang ada.
Kalau saya pribadi merasa senang dengan Sarijaya Permana Sekuritas karena fasilitas trading onlinenya yang feenya paling murah, tidak ada biaya minimal untuk setiap transaksi.
Read More...